Minggu, 28 Juni 2009
“Mei 5 juta. Juni 10 juta. Juli 20 juta,” aku menuliskan target-target angka yang ingin dicapai sesuai buku petunjuk pembuatan proposal kehidupan.
Tapi, kalau udah punya uang sebanyak itu, mau dipake buat apa?
Makan satu porsi, paket 5 ribu aja udah cukup menuhin perut. Ongkos... sebulan paling abis berapa sih.
”Permasalahan keuangan sebenarnya bukan hanya kekurangan uang. Ada lagi permasalahan yang satunya lagi. KELEBIHAN UANG,” ujar Pa Sugeng, Dosenku dari Rumah Zakat Indonesia, saat kami bercakap-cakap ringan di kantor.
Aku tersenyum geli. Kedengarannya seperti lelucon. Tapi, aku mengenal banyak orang dalam K-link yang mengalami permasalahan “KELEBIHAN UANG.” Hingga ada kelakar diantara mereka, ”salah sendiri kenapa masuk K-Link. Hahaha...”
”Aku tuh berbisnis pengennya untuk memberdayakan orang-orang termarginalkan. Kaya Muhammad Yunus pemilik Bank Garment. Tau gak In?” ujar Andi, dosenku yang lain di suatu waktu saat aku sedang mencari inspirasi untuk menulis. Aku tersenyum. Orang seperti itu-tu yang ketika kaya gak akan begitu pusing dengan masalahan “KELEBIHAN UANG”.
“Tan, bantuin bikin skripsi gue atuh, tentang resiliesi faktor berhutang pada ibu rumah tangga” ujar temanku yang bahan skripsinya menjadi dosen kehidupan bisnisku secara tidak langsung. Dalam skripsi itu, diantaranya dituliskan beberapa obyek wawancara yang semula amat berlebih seketika, ingat, SEKETIKA, terbelit hutang karena beragam hal.
Hipotesa: Uang memang memiliki dua sisi. Kekurangan uang vs kelebihan uang. Keduanya dapat menjadi masalah bagi yang belum siap. Tapi, Transformer (perubahan kilat) dari salah satu sisi ke sisi lainnya, lebih bermasalah (bagi yang belum siap)!
Lalu, bagaimana solusi dari kedua sisi uang dan transformer yang begitu mendadak?
Seperti biasa, iseng-iseng aku buka petunjuk yang Rabb-ku kirim lewat perantara toko buku. Jiah! Canda, perantara Rosul yang dicetak dan diperjual belikan oleh toko buku.
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal soleh yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS 18:46)
“Orang muslim itu mesti kaya! Bukan berarti kekayaan yang diincar. Tapi agar bisa lebih banyak melakukan amal soleh,” nasehat bapak tua dalam sebuah ceramah.
Yah, kini aku tahu. Bisnis itu… memberi. Bisnis dibangun untuk banyak memberi. Memberi kebaikan dan kemanfaatan untuk sesama
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Tapi, kalau udah punya uang sebanyak itu, mau dipake buat apa?
Makan satu porsi, paket 5 ribu aja udah cukup menuhin perut. Ongkos... sebulan paling abis berapa sih.
”Permasalahan keuangan sebenarnya bukan hanya kekurangan uang. Ada lagi permasalahan yang satunya lagi. KELEBIHAN UANG,” ujar Pa Sugeng, Dosenku dari Rumah Zakat Indonesia, saat kami bercakap-cakap ringan di kantor.
Aku tersenyum geli. Kedengarannya seperti lelucon. Tapi, aku mengenal banyak orang dalam K-link yang mengalami permasalahan “KELEBIHAN UANG.” Hingga ada kelakar diantara mereka, ”salah sendiri kenapa masuk K-Link. Hahaha...”
”Aku tuh berbisnis pengennya untuk memberdayakan orang-orang termarginalkan. Kaya Muhammad Yunus pemilik Bank Garment. Tau gak In?” ujar Andi, dosenku yang lain di suatu waktu saat aku sedang mencari inspirasi untuk menulis. Aku tersenyum. Orang seperti itu-tu yang ketika kaya gak akan begitu pusing dengan masalahan “KELEBIHAN UANG”.
“Tan, bantuin bikin skripsi gue atuh, tentang resiliesi faktor berhutang pada ibu rumah tangga” ujar temanku yang bahan skripsinya menjadi dosen kehidupan bisnisku secara tidak langsung. Dalam skripsi itu, diantaranya dituliskan beberapa obyek wawancara yang semula amat berlebih seketika, ingat, SEKETIKA, terbelit hutang karena beragam hal.
Hipotesa: Uang memang memiliki dua sisi. Kekurangan uang vs kelebihan uang. Keduanya dapat menjadi masalah bagi yang belum siap. Tapi, Transformer (perubahan kilat) dari salah satu sisi ke sisi lainnya, lebih bermasalah (bagi yang belum siap)!
Lalu, bagaimana solusi dari kedua sisi uang dan transformer yang begitu mendadak?
Seperti biasa, iseng-iseng aku buka petunjuk yang Rabb-ku kirim lewat perantara toko buku. Jiah! Canda, perantara Rosul yang dicetak dan diperjual belikan oleh toko buku.
“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia tetapi amal soleh yang terus menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Rabb-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS 18:46)
“Orang muslim itu mesti kaya! Bukan berarti kekayaan yang diincar. Tapi agar bisa lebih banyak melakukan amal soleh,” nasehat bapak tua dalam sebuah ceramah.
Yah, kini aku tahu. Bisnis itu… memberi. Bisnis dibangun untuk banyak memberi. Memberi kebaikan dan kemanfaatan untuk sesama
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
”Yang dijual sebenarnya buka barang. Tapi karakter si penjual,” ujar dosenku berambut putih yang aku temui di Gramedia. “Closing with art” adalah buku yang ia tulis.
Jika aku telusuri pengalamanku yang terdahulu saat awal-awal menjadi customer servise di Rumah Aqiqah, teori itu benar! Jika aku evaluasi dari beberapa negosiasi yang dahulu sering aku lakukan bersama inisial, teori itu 99% benar!
”Energi positive atau energi negatif dari pembicara pasti kerasa sama pendengar,” ujar inisial sebelum dan sesudah evaluasi marketing, memperkuat argument dosenku dari Gramedia.
Jadi, gimana caranya biar negosiasi dan penjualan berlangsung gemilang?
Aku termasuk kagum pada salah satu dosenku saat bercerita bagaimana ia bisa mengclosingkan bisnisnya saat itu juga. “Aku bilang ke orang yang aku tawarin, ‘Mas bisnis ini bagus loh! Harganya juga lebih murah. Selain itu, kalau mas bergabung sekarang, mas dapat banyak keuntungan,” ujarnya kemudian bertutur keuntunga apa saja yang akan diberikan. Kemudian ia melanjutkan cerita. “Mas, bisnis ini sangat bagus. Pasti banyak yang mengincar. Sekarang masih masa promo. Kalau mas join sekarang, akan saya Bantu bikinkan web, gratis. Jadi bisnisnya juga bisa dikerjakan secara online. Kalau mas gabungnya besok, saya gak jamin harga pendaftarannya masih sama.”
Acungkan sebelas Jempol Dah! Jempol siapanya daku gak tahu.. hehe.
Ku juga termasuk bangga dosenku, seraong kakek tua bercucu delapan dengan lihai memperlihatkan ponsel padaku. “Mba intan, Mau jualin ponsel saya gak ni? Ponsel Quran. Bagus banget. Di dalamnya ada al-quran terjemahan dan hadist dalam 28 bahasa. Di sini juga ada panduan ibadah haji. Pokokya bagus banget deh. Kalau saya pribadi si, sebagai seorang muslim minimal ponsel ini sudah Bantu saya membawa dua petunjuk utama, Quran dan hadist.”
Atau ketika dosen bercucu delapan itu mengatakan, “Mba intan, saya mau menawarkan bisnis bagus. Katanya di internet lagi Booming, Di bandung sendiri, ada yang baru join tiga bulan sudah punya penghasilan 3 juta perbulan. Dari pada bisnis di K-link, bisnis ini lebih ringan.”
Orang-orang yang hebat! Bagaimana mereka melakukan hal itu?
Jawaban yang aku tahu adalah, “Lakukan aja sendiri, nanti juga kamu tahu,” ucap Pa Acep Lu’luidin, dewan Pembina Rumah Zakat dan Dewan komisaris Rumah Aqiqah saat awal-awal aku berguru padanya.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Jika aku telusuri pengalamanku yang terdahulu saat awal-awal menjadi customer servise di Rumah Aqiqah, teori itu benar! Jika aku evaluasi dari beberapa negosiasi yang dahulu sering aku lakukan bersama inisial, teori itu 99% benar!
”Energi positive atau energi negatif dari pembicara pasti kerasa sama pendengar,” ujar inisial sebelum dan sesudah evaluasi marketing, memperkuat argument dosenku dari Gramedia.
Jadi, gimana caranya biar negosiasi dan penjualan berlangsung gemilang?
Aku termasuk kagum pada salah satu dosenku saat bercerita bagaimana ia bisa mengclosingkan bisnisnya saat itu juga. “Aku bilang ke orang yang aku tawarin, ‘Mas bisnis ini bagus loh! Harganya juga lebih murah. Selain itu, kalau mas bergabung sekarang, mas dapat banyak keuntungan,” ujarnya kemudian bertutur keuntunga apa saja yang akan diberikan. Kemudian ia melanjutkan cerita. “Mas, bisnis ini sangat bagus. Pasti banyak yang mengincar. Sekarang masih masa promo. Kalau mas join sekarang, akan saya Bantu bikinkan web, gratis. Jadi bisnisnya juga bisa dikerjakan secara online. Kalau mas gabungnya besok, saya gak jamin harga pendaftarannya masih sama.”
Acungkan sebelas Jempol Dah! Jempol siapanya daku gak tahu.. hehe.
Ku juga termasuk bangga dosenku, seraong kakek tua bercucu delapan dengan lihai memperlihatkan ponsel padaku. “Mba intan, Mau jualin ponsel saya gak ni? Ponsel Quran. Bagus banget. Di dalamnya ada al-quran terjemahan dan hadist dalam 28 bahasa. Di sini juga ada panduan ibadah haji. Pokokya bagus banget deh. Kalau saya pribadi si, sebagai seorang muslim minimal ponsel ini sudah Bantu saya membawa dua petunjuk utama, Quran dan hadist.”
Atau ketika dosen bercucu delapan itu mengatakan, “Mba intan, saya mau menawarkan bisnis bagus. Katanya di internet lagi Booming, Di bandung sendiri, ada yang baru join tiga bulan sudah punya penghasilan 3 juta perbulan. Dari pada bisnis di K-link, bisnis ini lebih ringan.”
Orang-orang yang hebat! Bagaimana mereka melakukan hal itu?
Jawaban yang aku tahu adalah, “Lakukan aja sendiri, nanti juga kamu tahu,” ucap Pa Acep Lu’luidin, dewan Pembina Rumah Zakat dan Dewan komisaris Rumah Aqiqah saat awal-awal aku berguru padanya.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Coba hitung. Berapa banyak uang yang sudah kau habiskan untuk biaya pendidikan?
Loh, kok diem? Qyu tuh sedang bertanya pada dirimu. Dikau… kau yang sedang baca postingku ini loh, yang tadi baca pertanyaan di atas. Ahaha… piye to?
So, berapa? Isi = ….
Kalau aku, banyak. Tak terhitung. Tapi, dari semua sekolah pendidikan yang aku masuki, hanya satu sekolah yang paling aku sukai “Sekolah Bisnis 24 jam”
Ingin tahu sekolah itu dimana?
Dimana bumi dipijak, disitulah sekolah bisnis 24 jam berada. Aku menyebutnya, ”Universitas Kehidupan”
”Belajar ngelukis karikatur dimana?” dosen lukisku, Pa Mukti, bertanya saat aku menyodorkan kreasi tanganku padanya. ”Otodidak,” jawabku rada pongah. Pasalanya dia memujiku habis-habisan kalau karyaku itu bagus banget... (untuk ukuran pemula) Jiah! Hehe, biasa, narsis.
Seiring perjalanan hidup, akhirnya aku memahami, sebenarnya tak ada yang otodidak. Tapi Allah didak. Apapun bentuk pendidikannya, baik lewat lembaga, tempat kursus, pengalaman dijalanan maupun pengalaman dalam perjalanan.
Jika pepatah barat mengatakan ,” Time is money,” bagiku: ”Hidup adalah perniagaan, berbisnis dengan Rabb semesta Alam.”
”Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukan suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (QS 61:10)
Dan dengan begitu amat sangat Dermawannya, agar kita untung berbisnis dengan Rabb semesta alam, Pemilik Super Bisnis ini juga membuat ruang kuliah besar yang mengajarkan aneka tutorial. Tapi tutorial itu masih berupa software yang mesti didonload oleh program mau belajar.
Setelah di download, bentuk softwarenya terkadang aneh, karena materi dan kunci jawaban terucap dari dosen-dosen unik. Misalnya saja tutorial tentang kebijakan waktu yang aku dapat dari seorang kakek tua ketika akan presentasi bisnis. Atau dosenku Pak Acep yang mengajarkan padaku tengan mimpi dan karakter. Atau K-link yang mengajarkan tentang unity, kekompakan dan kedisiplinan. Dan... pokoke banyak deh.
Mm... jika sekolah bisnis 24 jam ini diberikan oleh Rabb semesta alam, hal seperti apa yang seharusnya kita raih agar untung dalam perniagaan. Ingin tahu lebih banyak? Simak terus posting-posting dari blog ini :D
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Loh, kok diem? Qyu tuh sedang bertanya pada dirimu. Dikau… kau yang sedang baca postingku ini loh, yang tadi baca pertanyaan di atas. Ahaha… piye to?
So, berapa? Isi = ….
Kalau aku, banyak. Tak terhitung. Tapi, dari semua sekolah pendidikan yang aku masuki, hanya satu sekolah yang paling aku sukai “Sekolah Bisnis 24 jam”
Ingin tahu sekolah itu dimana?
Dimana bumi dipijak, disitulah sekolah bisnis 24 jam berada. Aku menyebutnya, ”Universitas Kehidupan”
”Belajar ngelukis karikatur dimana?” dosen lukisku, Pa Mukti, bertanya saat aku menyodorkan kreasi tanganku padanya. ”Otodidak,” jawabku rada pongah. Pasalanya dia memujiku habis-habisan kalau karyaku itu bagus banget... (untuk ukuran pemula) Jiah! Hehe, biasa, narsis.
Seiring perjalanan hidup, akhirnya aku memahami, sebenarnya tak ada yang otodidak. Tapi Allah didak. Apapun bentuk pendidikannya, baik lewat lembaga, tempat kursus, pengalaman dijalanan maupun pengalaman dalam perjalanan.
Jika pepatah barat mengatakan ,” Time is money,” bagiku: ”Hidup adalah perniagaan, berbisnis dengan Rabb semesta Alam.”
”Wahai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukan suatu perniagaan yang akan menyelamatkan kamu dari azab yang pedih?” (QS 61:10)
Dan dengan begitu amat sangat Dermawannya, agar kita untung berbisnis dengan Rabb semesta alam, Pemilik Super Bisnis ini juga membuat ruang kuliah besar yang mengajarkan aneka tutorial. Tapi tutorial itu masih berupa software yang mesti didonload oleh program mau belajar.
Setelah di download, bentuk softwarenya terkadang aneh, karena materi dan kunci jawaban terucap dari dosen-dosen unik. Misalnya saja tutorial tentang kebijakan waktu yang aku dapat dari seorang kakek tua ketika akan presentasi bisnis. Atau dosenku Pak Acep yang mengajarkan padaku tengan mimpi dan karakter. Atau K-link yang mengajarkan tentang unity, kekompakan dan kedisiplinan. Dan... pokoke banyak deh.
Mm... jika sekolah bisnis 24 jam ini diberikan oleh Rabb semesta alam, hal seperti apa yang seharusnya kita raih agar untung dalam perniagaan. Ingin tahu lebih banyak? Simak terus posting-posting dari blog ini :D
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Selasa, 23 Juni 2009
”Kalau punya uang satu miliar, mau dipake apa?” tanya dosenku yang paling nyeleneh, Koko, lulusan desain grafis ITB.
”Mau bikin kos-kosan?” jawabku, lugu.
”Yaa... itumah biasa. Orang tua jaman dulu juga pastinnya mikir kaya gitu.” Ia menatapku. ”Coba rubah pola pikirnya. Yang.. kreatif, lebih imajinatif. Pecahkan tembok paradigma.”
”Mm.. bikin perusahaan pembuatan animasi kaya Walt Disney kali,” jawabku, asal
”Mm.. Walt Disney ya. Boleh juga. Animasi yang kaya gimana? Dua dimensi atau tiga dimensi?”
”Bedanya dua dimensi sama tiga dimensi apaan si?” tanyaku super lugu.
”Ahahahaha... intan.. intan... gimana mau bikin animasi, bedanya dua dimensi dan tiga dimensi aja gak tahu...”
Wajahku bersemu merah. Malu la yau!
”Kalau bikin animasi itu butuh banyak ilustrator loh. Walt Disney yang mengerahkan ribuan penggambar aja butuh waktu satu tahun untuk membuat satu film animasi. Dengan proyek sebesar itu, apa uang satu miliar cukup?” tanyanya setelah memberitahu perbedaan 2D vs 3D.
”Engga kali ya?” jawabku masih asal.
”Kalau Intan mau bikin perusahaan pembuat animasi, bentuk perusahaannya kaya gimana?” tanyanya lagi, tersenyum melihat aku yang kebingungan.
”Duh, gak tau. Masih belum kebayang.”
“Yaa… imaninasinya dipake donk. Bikin bangunan aja perlu dibuat sketsa imanjinasinya di otak. Bikin perusahaan juga, perlu diimajinasiin dulu. Mau seperti apa perusahaan kita kedepannya nanti.”
Aku mengangguk meski belum paham. Dikemudian hari barulah aku tahu, ilmu yang ia ajarkan sama seperti nasehat Napoleon Hill dalam buku Think To Rich.
”Mungkin karena terlalu lama di Indonesia kali ya. Jadi tembok paradigma hasil pendidikan di masyarakatnya masih ada,” ujarnya, calm, seolah ia bukan warga Indonesia. ”Mm.. sekarang coba kita pecahkan tembok paradigma yang ada dikepala kamu dulu. Aku mau ajarkan sesuatu yang bernama, kreatifitas” ucapnya mencari-cari kertas dan alat tulis. ”Aku kasih kamu waktu lima menit, bikin sesuatu yang berhubungan dengan hitam..”
Aku menggambar lampu.
”Ada yang lebih kreatif? Sesuatu yang berbeda?”
Aku menggambar rok
“Apaan nih?” tanyanya heran, menanyakan gambar segitiga yang atasnya tak lancip.
“Rok,” jawabku lugu.
“Apa hubungannya rok dengan hitam?” tanyanya heran
“Roknya berwarna hitam,” jawabku, polos.
“Ahahaha…. Intan.. intan.. kan gak semua orang tahu kalau rok itu berwarna hitam. Coba sini aku yang gambar.” Ia menggambar drakula. ”Lihat. Princes of Dark. Pangeran kegelapan. Hitam!”
“Mm…,” komentarku, kagum.
“Think out the boxes and you will find something.”
Pelajaran yang unik. Dari hasil didikannya, karya tulisku yang suatu saat akan aku buat animasi, mendapat pujian ibu Tiana, Dosen Sastra Unida. ”Bagus mba intan. Kemajuan mba intan pesat banget. Dari murid-murid saya, baru mba intan aja yang akhirnya menghasilkan karya. Saya bangga banget sama mba Intan.” Aku tersenyum. Tapi, itu baru permulaan. Karya-karya selanjutnya akan lebih fantastis dan menakjubkan! Bisnis imajinasiku, akan segera mencuat ke permukaan.
(Kyaa! Narsis! Gak apa-apa, buat penyemangant. Haha.)
Tanks a lot brother for your lesson.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
”Mau bikin kos-kosan?” jawabku, lugu.
”Yaa... itumah biasa. Orang tua jaman dulu juga pastinnya mikir kaya gitu.” Ia menatapku. ”Coba rubah pola pikirnya. Yang.. kreatif, lebih imajinatif. Pecahkan tembok paradigma.”
”Mm.. bikin perusahaan pembuatan animasi kaya Walt Disney kali,” jawabku, asal
”Mm.. Walt Disney ya. Boleh juga. Animasi yang kaya gimana? Dua dimensi atau tiga dimensi?”
”Bedanya dua dimensi sama tiga dimensi apaan si?” tanyaku super lugu.
”Ahahahaha... intan.. intan... gimana mau bikin animasi, bedanya dua dimensi dan tiga dimensi aja gak tahu...”
Wajahku bersemu merah. Malu la yau!
”Kalau bikin animasi itu butuh banyak ilustrator loh. Walt Disney yang mengerahkan ribuan penggambar aja butuh waktu satu tahun untuk membuat satu film animasi. Dengan proyek sebesar itu, apa uang satu miliar cukup?” tanyanya setelah memberitahu perbedaan 2D vs 3D.
”Engga kali ya?” jawabku masih asal.
”Kalau Intan mau bikin perusahaan pembuat animasi, bentuk perusahaannya kaya gimana?” tanyanya lagi, tersenyum melihat aku yang kebingungan.
”Duh, gak tau. Masih belum kebayang.”
“Yaa… imaninasinya dipake donk. Bikin bangunan aja perlu dibuat sketsa imanjinasinya di otak. Bikin perusahaan juga, perlu diimajinasiin dulu. Mau seperti apa perusahaan kita kedepannya nanti.”
Aku mengangguk meski belum paham. Dikemudian hari barulah aku tahu, ilmu yang ia ajarkan sama seperti nasehat Napoleon Hill dalam buku Think To Rich.
”Mungkin karena terlalu lama di Indonesia kali ya. Jadi tembok paradigma hasil pendidikan di masyarakatnya masih ada,” ujarnya, calm, seolah ia bukan warga Indonesia. ”Mm.. sekarang coba kita pecahkan tembok paradigma yang ada dikepala kamu dulu. Aku mau ajarkan sesuatu yang bernama, kreatifitas” ucapnya mencari-cari kertas dan alat tulis. ”Aku kasih kamu waktu lima menit, bikin sesuatu yang berhubungan dengan hitam..”
Aku menggambar lampu.
”Ada yang lebih kreatif? Sesuatu yang berbeda?”
Aku menggambar rok
“Apaan nih?” tanyanya heran, menanyakan gambar segitiga yang atasnya tak lancip.
“Rok,” jawabku lugu.
“Apa hubungannya rok dengan hitam?” tanyanya heran
“Roknya berwarna hitam,” jawabku, polos.
“Ahahaha…. Intan.. intan.. kan gak semua orang tahu kalau rok itu berwarna hitam. Coba sini aku yang gambar.” Ia menggambar drakula. ”Lihat. Princes of Dark. Pangeran kegelapan. Hitam!”
“Mm…,” komentarku, kagum.
“Think out the boxes and you will find something.”
Pelajaran yang unik. Dari hasil didikannya, karya tulisku yang suatu saat akan aku buat animasi, mendapat pujian ibu Tiana, Dosen Sastra Unida. ”Bagus mba intan. Kemajuan mba intan pesat banget. Dari murid-murid saya, baru mba intan aja yang akhirnya menghasilkan karya. Saya bangga banget sama mba Intan.” Aku tersenyum. Tapi, itu baru permulaan. Karya-karya selanjutnya akan lebih fantastis dan menakjubkan! Bisnis imajinasiku, akan segera mencuat ke permukaan.
(Kyaa! Narsis! Gak apa-apa, buat penyemangant. Haha.)
Tanks a lot brother for your lesson.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impian Maka sukses adalah hak kita!
2 komentar Diposting oleh Intan... di 07.00Pernah memulai sesuatu tapi mogok di tengah jalan? Pastinya, jawabannya iya. Begitu juga dengan diriku. Termasuk pemulai namun bukan penyelsai.
Pola pikir itu membentuk kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, karakter membentuk masa depan. Percaya? Aku percaya, karena buktinya adalah diriku sendiri.
Caba, gagal, tinggalin aja. Begitulah aku yang dahulu sebelum, pertemuan dengan dia merubah opiniku...
Namanya: ”Inisial”. Ia pasti marah berat jika aku menyebut namanya di posting ini.
”Teh intan itu kalau mengerjakan sesuatu biasa gak focus ya, serabutan. Udah gitu gak ada yang beres.” ujar inisial padaku. Setelah itu ia biasa mengaturku untuk menjaga aku berada di ”jalan Focus” dan mengaturku agar semua hal yang aku mulai ”diselesaikan”.
Ada baiknya si, hanya saja... Menyebabkan aku kehilangan sesuatu yang bernama “inisiatif”.
”Aku mau resign dari Rumah Aqiqah,” ujarku pada Inisial.”Boleh aja si, tapi coba harus coba cari kerjaan yang lebih baik.” Tapi membandel. Resing dari Rumah Aqiqah, aku memilih untuk berbisnis. Dan benar saja, inisial sempat kecewa berat dengan keputusanku.
Hidup itu pilihan. Resign dari kantor yang sedang bersinar cerah memang pilihan aneh. Tapi, Aku hanya ingin menggembleng diriku agar terbiasa focus, berinisiatif, dan belajar untuk apa yang sudah aku mulai. Karena aku faham benar, karakter diri akan berimbas ke dalam semua sisi kehidupan baik itu masalah financial, karir, keluarga, relasionship maupun rohani.
Beberapa project bisnis yang pernah aku mulai selama berstatus staf admin di Rumah Aqiqah kembali aku garap. Kali ini harus tuntas!!! TAS!! TAS!!
ARGG!! Mulai dari tertipu. Koreksi planning. Mencari kembali tim baru pengganti tim lama... Menghindari pengeluaran modal uang. Pertanyaan-pertanyaan iseng seperti, ”tan loe kenapa resign?” ”Tan loe gak kerja?” ”Tan loe kesibukannya apa sekarang?” n dll.. Huft.. liku-likunya bow! Tapi ku harus menjaga hati agar senantiasa di positive feeling.
Aku pasti bisa. SEmuanya pasti baik-baik aja,. Dan aku pasti bisa keluar dari lubang kepompong ini sebagai orang yang sukses! Focuuuusss…
“Aku biasanya bikin cerita anak,” ujar Teh Rani, seorang tunanetra akibat glukoma yang aku bantu menuliskan kisah hidupnya ketika aku bersilaturahmi ke rumahnya. “Oh Ya, WUAAH!” seruku, girang, mendapat satu asset berhaga pelengkap tim kreatifku setelah jungkir balik menrealkan rencana yang sudah dibuat
“Kalau mau nanti aku bantuin bikin softwarenya, free, asal dalam rangka idealisme,” ujar Pa Mukti, mentor gambarku saat ku presentasikan rencana bisnisku yang baru di kantor desingnya. Wah keren… Hip-Hip-Huraiii… teriakku dalam hati… tanpa uang, asal ada kemauan, segalanya bisa berjalan…
Ku kembali ke kantor independent milikku dilantai 2 sebuah rumah. Handphone berdering. SMS. Sebuah pesan dari Kak Aria, dosenku dari K-Link.
Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impina. Maka sukses adalah hak kita! Go LC!!!
Aku tersenyum. Begitulah orang-orang K-link. Senang betul berbagi kata mutia.
Ku kembali berkreasi. Mengetikan rangkaian ide di atas tuts keyboard. Otakku tiba-tiba teringat akan inisial. Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impian. Ingin rasanya aku berkata: Inisial, terimakasih. Kini aku faham makna focus, tidak serabutan dan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Terimakasih untuk dosennya, Ya Rabb...
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Pola pikir itu membentuk kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, karakter membentuk masa depan. Percaya? Aku percaya, karena buktinya adalah diriku sendiri.
Caba, gagal, tinggalin aja. Begitulah aku yang dahulu sebelum, pertemuan dengan dia merubah opiniku...
Namanya: ”Inisial”. Ia pasti marah berat jika aku menyebut namanya di posting ini.
”Teh intan itu kalau mengerjakan sesuatu biasa gak focus ya, serabutan. Udah gitu gak ada yang beres.” ujar inisial padaku. Setelah itu ia biasa mengaturku untuk menjaga aku berada di ”jalan Focus” dan mengaturku agar semua hal yang aku mulai ”diselesaikan”.
Ada baiknya si, hanya saja... Menyebabkan aku kehilangan sesuatu yang bernama “inisiatif”.
”Aku mau resign dari Rumah Aqiqah,” ujarku pada Inisial.”Boleh aja si, tapi coba harus coba cari kerjaan yang lebih baik.” Tapi membandel. Resing dari Rumah Aqiqah, aku memilih untuk berbisnis. Dan benar saja, inisial sempat kecewa berat dengan keputusanku.
Hidup itu pilihan. Resign dari kantor yang sedang bersinar cerah memang pilihan aneh. Tapi, Aku hanya ingin menggembleng diriku agar terbiasa focus, berinisiatif, dan belajar untuk apa yang sudah aku mulai. Karena aku faham benar, karakter diri akan berimbas ke dalam semua sisi kehidupan baik itu masalah financial, karir, keluarga, relasionship maupun rohani.
Beberapa project bisnis yang pernah aku mulai selama berstatus staf admin di Rumah Aqiqah kembali aku garap. Kali ini harus tuntas!!! TAS!! TAS!!
ARGG!! Mulai dari tertipu. Koreksi planning. Mencari kembali tim baru pengganti tim lama... Menghindari pengeluaran modal uang. Pertanyaan-pertanyaan iseng seperti, ”tan loe kenapa resign?” ”Tan loe gak kerja?” ”Tan loe kesibukannya apa sekarang?” n dll.. Huft.. liku-likunya bow! Tapi ku harus menjaga hati agar senantiasa di positive feeling.
Aku pasti bisa. SEmuanya pasti baik-baik aja,. Dan aku pasti bisa keluar dari lubang kepompong ini sebagai orang yang sukses! Focuuuusss…
“Aku biasanya bikin cerita anak,” ujar Teh Rani, seorang tunanetra akibat glukoma yang aku bantu menuliskan kisah hidupnya ketika aku bersilaturahmi ke rumahnya. “Oh Ya, WUAAH!” seruku, girang, mendapat satu asset berhaga pelengkap tim kreatifku setelah jungkir balik menrealkan rencana yang sudah dibuat
“Kalau mau nanti aku bantuin bikin softwarenya, free, asal dalam rangka idealisme,” ujar Pa Mukti, mentor gambarku saat ku presentasikan rencana bisnisku yang baru di kantor desingnya. Wah keren… Hip-Hip-Huraiii… teriakku dalam hati… tanpa uang, asal ada kemauan, segalanya bisa berjalan…
Ku kembali ke kantor independent milikku dilantai 2 sebuah rumah. Handphone berdering. SMS. Sebuah pesan dari Kak Aria, dosenku dari K-Link.
Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impina. Maka sukses adalah hak kita! Go LC!!!
Aku tersenyum. Begitulah orang-orang K-link. Senang betul berbagi kata mutia.
Ku kembali berkreasi. Mengetikan rangkaian ide di atas tuts keyboard. Otakku tiba-tiba teringat akan inisial. Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impian. Ingin rasanya aku berkata: Inisial, terimakasih. Kini aku faham makna focus, tidak serabutan dan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Terimakasih untuk dosennya, Ya Rabb...
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Lihat gambar di samping?
Yups, itu adalah gambar ponsel. Ponsel hasil kreasi cendikia bangsa yang cocok banget bagi para muslim. Kenapa? Karena, tu ponsel punya nilai tambah seperti:
1. berisis aplikasi Al-quran digital plus terjemahan dalam 28 bahasa, yang bisa jadi pedoman berjalan, liat-liat ayat kala butuh siraman rohani, nyontek ayat kalo lagi ngisi mad’u biar ga gengsi (hehe), ngutip-ngutip ayat buat para penulis (disediakan fasilitas seaching sesuai klasifikasi isi), teman merenung kala sendiri, n masih banyak lagi kegunaan software Quran
2. berisi aplikasi kumpulan Hadis Muslim yang juga diterjemahkan dalam 28 bahasa. Dengan bantuan ponsel itu, para pengguna software Hadis Muslim bisa nambah deket dengan Rosulullah saw dengan tau keseharian Rosulullah saw dan gimana sih cara beliau melakukan sesuatu n menanggapi sesuatu.
3. berisi aplikasi azan realtime. Cocok banget bagi para pengguna jalan yang sering jalan-jalan n bingung dengan waktu azan. Atau para pencita dunia tidur yang mesti dibangunkan oleh suara azan loud speaker. Dan cocok juga buat para ibu rumah tangga yang kahwatir dengan kebiasaan sholat anak-anaknya, karena ponsel ini akan jadi pengingat sholat walau tak bernyawa
4. aplikasi lainnya adalah panduan ibadah haji. Bukan hanya berguna bagi orang-orang yang sedang dalam training keberangkatan ke tanah suci atau para pejuang haji yang butuh buku panduan saat di tanah suci, tapi juga berguna bagi para muslim yang belum berhaji, sebagai impulse atau peransang doa yang nambah greget rasa rindu tuk segera berkunjung ke tanah suci
5. Touch Screen, Kamera, MP3 Player, Video Recording dan Video Player, Radio FM, Bluetooth, WAP, Games dan fasilitas Image atau Photo Editor yang memungkinkan pengguna untuk mengedit atau merubah gambar-gambar yang ingin ditampilkan sebagai Wallpaper. Dan untuk ponsel ini, PT. Raztel Solusindo Telematika membekali T-Flash dengan kapasitas 1 Gb.
Hebatnya, kemanfaatan sebanyak itu, ponsel quran ini dipasarkan dengan harga ”kacang Goreng”!! Cuma Satu jutaan (yups, siapa yang minat hubungi diriku di no tlpn : 0251 932 65 92 -bebas ongkos kirim dan konsultasi. Garansi resmi 1 tahun)
Jiah! Gubrak! Ternyata mau jualan. Tapi bukan itu maksudku kali ini menulis posting kali ini. Melaikan berbagi ilmu. (padalah niat jualan juga ke tang, haha)
Ponsel itu…bukan ponsel biasa. Seorang dosen berbadan tegap, berambut putih, bercucu delapan yang memperkenalkannya padaku. Ponsel yang hebat, gumanku dalam hati teringat bertapa stok ayat dikepalaku kadang meluap kala pengen bercuap ria pada mad’u. (mad’u itu artinya murid, kalo ada yang garuk-garuk kepala belum tau artinya mad’u). Bersaam dengan ponsel itu, dosen bercucu delapan orang saat terakhir kali ketemu itu pula, mengajarkan padaku akan pentingnya waktu.
“Janji utang masih bisa di bayar. Janji waktu tidak bisa dibayar kalau ingkar, karena waktu tidak akan bisa diulang,”
Argg!! Dalem...
Beberapa jam sebelum bertemu dosen itu, aku membuat janji dengannya di suatu tempat untuk mempresentasikan sebuah proposal bisnis. Karena beberapa hal, waktu dan tempat ia ubah. Ok, aku sepakat. Kita deal. Sayangnya terjadi pembiasan suara dengan deal yang disepakati karena perjanjian dilakukan lewat telepon (maksudnya gak begitu kedengeran n aku angguk-angguk aja bilang iyah.. gubrag!)
Ini adalah pengalam pertamku presentasi bisnis di depan seorang kakek-kakek yang dari suaranya kedengaran begitu berwibawa. Maka, aku meminta bantuan teman yang lebih senior untuk membatu mempresentasikan.
Panic! Dag dig dug seeer... tanganku berkeringat dingin. Temanku datang mepet banget dengan jam perjanjian. Selamat? Gak. Karena kita berdua masih berada di tempat yang lumayan jauh tepat perjanjian dengan si kakek bercucu delapan. (Karena masih nerveus menghadapi si kakek sendirian, makanya aku membuat janji dulu dengan sang senior di tempat lain)
“Ah Tidak!” jeritku dalam hati. Mobil kami segera meluncur. (padahal angkot). Langkah seribu dikerahkan (abis turun dari angkot). “Aduh pa, dimana ya lokasinya?” aku menelepon,pura-pura nyasar biar kelihatan lumrah kalau ngaret. ”Di sebelah ... loh mba,” ujarnya memberi arah. Oh udah deket., aku berjalan lebih tenang. Huft. Ku lihat jam. Alhamdulillah, Cuma ngaret 15 menit.
Kata siapa 15 menit! Seorang pria berbadan tegap, berambut putih, bercucu delapan yang baru kali itu aku bertemu, mengatakan ia sudah menunggu nyaris satu jam.
“Ahk Masakh sihk!!!?” protesku dalam hati. Padahal kan tadi janjiannya jam 16.30 bukan jam 16.00.
”Saya dahulu bekerja di perusahaan Amerika. Kita itu punya kebiasaan. Kalau janjian pasti sudah datang di tempat janji setengah jam sebelumnya.”
Hh... Ya Allah... malu banget. Udah deh... selama temanku membantu mempresentasikan (yang bener akhirnya temanku yang ambil alih presentasi), aku kena sindiran abis-abisan.
Dosen yang hebat! Trims ya Rabb buat tutorialnya, I’ll always remember that!!!
Oia, para pejuang yang pengen memulai kebiasaan menghargai waktu (n enyahkan molorisme n virus karetisme) cocok banget tuh Ponsel Qurannya disimpan disaku. Bagi yang berminat, bisa hubungiku di no tlpn : 0251 932 65 92 -bebas ongkos kirim dan konsultasi.Garansi 1 tahun. Haha.. tetep… promosi
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Yups, itu adalah gambar ponsel. Ponsel hasil kreasi cendikia bangsa yang cocok banget bagi para muslim. Kenapa? Karena, tu ponsel punya nilai tambah seperti:
1. berisis aplikasi Al-quran digital plus terjemahan dalam 28 bahasa, yang bisa jadi pedoman berjalan, liat-liat ayat kala butuh siraman rohani, nyontek ayat kalo lagi ngisi mad’u biar ga gengsi (hehe), ngutip-ngutip ayat buat para penulis (disediakan fasilitas seaching sesuai klasifikasi isi), teman merenung kala sendiri, n masih banyak lagi kegunaan software Quran
2. berisi aplikasi kumpulan Hadis Muslim yang juga diterjemahkan dalam 28 bahasa. Dengan bantuan ponsel itu, para pengguna software Hadis Muslim bisa nambah deket dengan Rosulullah saw dengan tau keseharian Rosulullah saw dan gimana sih cara beliau melakukan sesuatu n menanggapi sesuatu.
3. berisi aplikasi azan realtime. Cocok banget bagi para pengguna jalan yang sering jalan-jalan n bingung dengan waktu azan. Atau para pencita dunia tidur yang mesti dibangunkan oleh suara azan loud speaker. Dan cocok juga buat para ibu rumah tangga yang kahwatir dengan kebiasaan sholat anak-anaknya, karena ponsel ini akan jadi pengingat sholat walau tak bernyawa
4. aplikasi lainnya adalah panduan ibadah haji. Bukan hanya berguna bagi orang-orang yang sedang dalam training keberangkatan ke tanah suci atau para pejuang haji yang butuh buku panduan saat di tanah suci, tapi juga berguna bagi para muslim yang belum berhaji, sebagai impulse atau peransang doa yang nambah greget rasa rindu tuk segera berkunjung ke tanah suci
5. Touch Screen, Kamera, MP3 Player, Video Recording dan Video Player, Radio FM, Bluetooth, WAP, Games dan fasilitas Image atau Photo Editor yang memungkinkan pengguna untuk mengedit atau merubah gambar-gambar yang ingin ditampilkan sebagai Wallpaper. Dan untuk ponsel ini, PT. Raztel Solusindo Telematika membekali T-Flash dengan kapasitas 1 Gb.
Hebatnya, kemanfaatan sebanyak itu, ponsel quran ini dipasarkan dengan harga ”kacang Goreng”!! Cuma Satu jutaan (yups, siapa yang minat hubungi diriku di no tlpn : 0251 932 65 92 -bebas ongkos kirim dan konsultasi. Garansi resmi 1 tahun)
Jiah! Gubrak! Ternyata mau jualan. Tapi bukan itu maksudku kali ini menulis posting kali ini. Melaikan berbagi ilmu. (padalah niat jualan juga ke tang, haha)
Ponsel itu…bukan ponsel biasa. Seorang dosen berbadan tegap, berambut putih, bercucu delapan yang memperkenalkannya padaku. Ponsel yang hebat, gumanku dalam hati teringat bertapa stok ayat dikepalaku kadang meluap kala pengen bercuap ria pada mad’u. (mad’u itu artinya murid, kalo ada yang garuk-garuk kepala belum tau artinya mad’u). Bersaam dengan ponsel itu, dosen bercucu delapan orang saat terakhir kali ketemu itu pula, mengajarkan padaku akan pentingnya waktu.
“Janji utang masih bisa di bayar. Janji waktu tidak bisa dibayar kalau ingkar, karena waktu tidak akan bisa diulang,”
Argg!! Dalem...
Beberapa jam sebelum bertemu dosen itu, aku membuat janji dengannya di suatu tempat untuk mempresentasikan sebuah proposal bisnis. Karena beberapa hal, waktu dan tempat ia ubah. Ok, aku sepakat. Kita deal. Sayangnya terjadi pembiasan suara dengan deal yang disepakati karena perjanjian dilakukan lewat telepon (maksudnya gak begitu kedengeran n aku angguk-angguk aja bilang iyah.. gubrag!)
Ini adalah pengalam pertamku presentasi bisnis di depan seorang kakek-kakek yang dari suaranya kedengaran begitu berwibawa. Maka, aku meminta bantuan teman yang lebih senior untuk membatu mempresentasikan.
Panic! Dag dig dug seeer... tanganku berkeringat dingin. Temanku datang mepet banget dengan jam perjanjian. Selamat? Gak. Karena kita berdua masih berada di tempat yang lumayan jauh tepat perjanjian dengan si kakek bercucu delapan. (Karena masih nerveus menghadapi si kakek sendirian, makanya aku membuat janji dulu dengan sang senior di tempat lain)
“Ah Tidak!” jeritku dalam hati. Mobil kami segera meluncur. (padahal angkot). Langkah seribu dikerahkan (abis turun dari angkot). “Aduh pa, dimana ya lokasinya?” aku menelepon,pura-pura nyasar biar kelihatan lumrah kalau ngaret. ”Di sebelah ... loh mba,” ujarnya memberi arah. Oh udah deket., aku berjalan lebih tenang. Huft. Ku lihat jam. Alhamdulillah, Cuma ngaret 15 menit.
Kata siapa 15 menit! Seorang pria berbadan tegap, berambut putih, bercucu delapan yang baru kali itu aku bertemu, mengatakan ia sudah menunggu nyaris satu jam.
“Ahk Masakh sihk!!!?” protesku dalam hati. Padahal kan tadi janjiannya jam 16.30 bukan jam 16.00.
”Saya dahulu bekerja di perusahaan Amerika. Kita itu punya kebiasaan. Kalau janjian pasti sudah datang di tempat janji setengah jam sebelumnya.”
Hh... Ya Allah... malu banget. Udah deh... selama temanku membantu mempresentasikan (yang bener akhirnya temanku yang ambil alih presentasi), aku kena sindiran abis-abisan.
Dosen yang hebat! Trims ya Rabb buat tutorialnya, I’ll always remember that!!!
Oia, para pejuang yang pengen memulai kebiasaan menghargai waktu (n enyahkan molorisme n virus karetisme) cocok banget tuh Ponsel Qurannya disimpan disaku. Bagi yang berminat, bisa hubungiku di no tlpn : 0251 932 65 92 -bebas ongkos kirim dan konsultasi.Garansi 1 tahun. Haha.. tetep… promosi
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
;;
Subscribe to:
Komentar (Atom)









