Minggu, 28 Juni 2009
”Yang dijual sebenarnya buka barang. Tapi karakter si penjual,” ujar dosenku berambut putih yang aku temui di Gramedia. “Closing with art” adalah buku yang ia tulis.
Jika aku telusuri pengalamanku yang terdahulu saat awal-awal menjadi customer servise di Rumah Aqiqah, teori itu benar! Jika aku evaluasi dari beberapa negosiasi yang dahulu sering aku lakukan bersama inisial, teori itu 99% benar!
”Energi positive atau energi negatif dari pembicara pasti kerasa sama pendengar,” ujar inisial sebelum dan sesudah evaluasi marketing, memperkuat argument dosenku dari Gramedia.
Jadi, gimana caranya biar negosiasi dan penjualan berlangsung gemilang?
Aku termasuk kagum pada salah satu dosenku saat bercerita bagaimana ia bisa mengclosingkan bisnisnya saat itu juga. “Aku bilang ke orang yang aku tawarin, ‘Mas bisnis ini bagus loh! Harganya juga lebih murah. Selain itu, kalau mas bergabung sekarang, mas dapat banyak keuntungan,” ujarnya kemudian bertutur keuntunga apa saja yang akan diberikan. Kemudian ia melanjutkan cerita. “Mas, bisnis ini sangat bagus. Pasti banyak yang mengincar. Sekarang masih masa promo. Kalau mas join sekarang, akan saya Bantu bikinkan web, gratis. Jadi bisnisnya juga bisa dikerjakan secara online. Kalau mas gabungnya besok, saya gak jamin harga pendaftarannya masih sama.”
Acungkan sebelas Jempol Dah! Jempol siapanya daku gak tahu.. hehe.
Ku juga termasuk bangga dosenku, seraong kakek tua bercucu delapan dengan lihai memperlihatkan ponsel padaku. “Mba intan, Mau jualin ponsel saya gak ni? Ponsel Quran. Bagus banget. Di dalamnya ada al-quran terjemahan dan hadist dalam 28 bahasa. Di sini juga ada panduan ibadah haji. Pokokya bagus banget deh. Kalau saya pribadi si, sebagai seorang muslim minimal ponsel ini sudah Bantu saya membawa dua petunjuk utama, Quran dan hadist.”
Atau ketika dosen bercucu delapan itu mengatakan, “Mba intan, saya mau menawarkan bisnis bagus. Katanya di internet lagi Booming, Di bandung sendiri, ada yang baru join tiga bulan sudah punya penghasilan 3 juta perbulan. Dari pada bisnis di K-link, bisnis ini lebih ringan.”
Orang-orang yang hebat! Bagaimana mereka melakukan hal itu?
Jawaban yang aku tahu adalah, “Lakukan aja sendiri, nanti juga kamu tahu,” ucap Pa Acep Lu’luidin, dewan Pembina Rumah Zakat dan Dewan komisaris Rumah Aqiqah saat awal-awal aku berguru padanya.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
Jika aku telusuri pengalamanku yang terdahulu saat awal-awal menjadi customer servise di Rumah Aqiqah, teori itu benar! Jika aku evaluasi dari beberapa negosiasi yang dahulu sering aku lakukan bersama inisial, teori itu 99% benar!
”Energi positive atau energi negatif dari pembicara pasti kerasa sama pendengar,” ujar inisial sebelum dan sesudah evaluasi marketing, memperkuat argument dosenku dari Gramedia.
Jadi, gimana caranya biar negosiasi dan penjualan berlangsung gemilang?
Aku termasuk kagum pada salah satu dosenku saat bercerita bagaimana ia bisa mengclosingkan bisnisnya saat itu juga. “Aku bilang ke orang yang aku tawarin, ‘Mas bisnis ini bagus loh! Harganya juga lebih murah. Selain itu, kalau mas bergabung sekarang, mas dapat banyak keuntungan,” ujarnya kemudian bertutur keuntunga apa saja yang akan diberikan. Kemudian ia melanjutkan cerita. “Mas, bisnis ini sangat bagus. Pasti banyak yang mengincar. Sekarang masih masa promo. Kalau mas join sekarang, akan saya Bantu bikinkan web, gratis. Jadi bisnisnya juga bisa dikerjakan secara online. Kalau mas gabungnya besok, saya gak jamin harga pendaftarannya masih sama.”
Acungkan sebelas Jempol Dah! Jempol siapanya daku gak tahu.. hehe.
Ku juga termasuk bangga dosenku, seraong kakek tua bercucu delapan dengan lihai memperlihatkan ponsel padaku. “Mba intan, Mau jualin ponsel saya gak ni? Ponsel Quran. Bagus banget. Di dalamnya ada al-quran terjemahan dan hadist dalam 28 bahasa. Di sini juga ada panduan ibadah haji. Pokokya bagus banget deh. Kalau saya pribadi si, sebagai seorang muslim minimal ponsel ini sudah Bantu saya membawa dua petunjuk utama, Quran dan hadist.”
Atau ketika dosen bercucu delapan itu mengatakan, “Mba intan, saya mau menawarkan bisnis bagus. Katanya di internet lagi Booming, Di bandung sendiri, ada yang baru join tiga bulan sudah punya penghasilan 3 juta perbulan. Dari pada bisnis di K-link, bisnis ini lebih ringan.”
Orang-orang yang hebat! Bagaimana mereka melakukan hal itu?
Jawaban yang aku tahu adalah, “Lakukan aja sendiri, nanti juga kamu tahu,” ucap Pa Acep Lu’luidin, dewan Pembina Rumah Zakat dan Dewan komisaris Rumah Aqiqah saat awal-awal aku berguru padanya.
(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)
0 Comments:
Subscribe to:
Posting Komentar (Atom)




