Selasa, 23 Juni 2009


Pernah memulai sesuatu tapi mogok di tengah jalan? Pastinya, jawabannya iya. Begitu juga dengan diriku. Termasuk pemulai namun bukan penyelsai.

Pola pikir itu membentuk kebiasaan, kebiasaan membentuk karakter, karakter membentuk masa depan. Percaya? Aku percaya, karena buktinya adalah diriku sendiri.

Caba, gagal, tinggalin aja. Begitulah aku yang dahulu sebelum, pertemuan dengan dia merubah opiniku...

Namanya: ”Inisial”. Ia pasti marah berat jika aku menyebut namanya di posting ini.

”Teh intan itu kalau mengerjakan sesuatu biasa gak focus ya, serabutan. Udah gitu gak ada yang beres.” ujar inisial padaku. Setelah itu ia biasa mengaturku untuk menjaga aku berada di ”jalan Focus” dan mengaturku agar semua hal yang aku mulai ”diselesaikan”.

Ada baiknya si, hanya saja... Menyebabkan aku kehilangan sesuatu yang bernama “inisiatif”.

”Aku mau resign dari Rumah Aqiqah,” ujarku pada Inisial.”Boleh aja si, tapi coba harus coba cari kerjaan yang lebih baik.” Tapi membandel. Resing dari Rumah Aqiqah, aku memilih untuk berbisnis. Dan benar saja, inisial sempat kecewa berat dengan keputusanku.

Hidup itu pilihan. Resign dari kantor yang sedang bersinar cerah memang pilihan aneh. Tapi, Aku hanya ingin menggembleng diriku agar terbiasa focus, berinisiatif, dan belajar untuk apa yang sudah aku mulai. Karena aku faham benar, karakter diri akan berimbas ke dalam semua sisi kehidupan baik itu masalah financial, karir, keluarga, relasionship maupun rohani.

Beberapa project bisnis yang pernah aku mulai selama berstatus staf admin di Rumah Aqiqah kembali aku garap. Kali ini harus tuntas!!! TAS!! TAS!!

ARGG!! Mulai dari tertipu. Koreksi planning. Mencari kembali tim baru pengganti tim lama... Menghindari pengeluaran modal uang. Pertanyaan-pertanyaan iseng seperti, ”tan loe kenapa resign?” ”Tan loe gak kerja?” ”Tan loe kesibukannya apa sekarang?” n dll.. Huft.. liku-likunya bow! Tapi ku harus menjaga hati agar senantiasa di positive feeling.

Aku pasti bisa. SEmuanya pasti baik-baik aja,. Dan aku pasti bisa keluar dari lubang kepompong ini sebagai orang yang sukses! Focuuuusss…

“Aku biasanya bikin cerita anak,” ujar Teh Rani, seorang tunanetra akibat glukoma yang aku bantu menuliskan kisah hidupnya ketika aku bersilaturahmi ke rumahnya. “Oh Ya, WUAAH!” seruku, girang, mendapat satu asset berhaga pelengkap tim kreatifku setelah jungkir balik menrealkan rencana yang sudah dibuat

“Kalau mau nanti aku bantuin bikin softwarenya, free, asal dalam rangka idealisme,” ujar Pa Mukti, mentor gambarku saat ku presentasikan rencana bisnisku yang baru di kantor desingnya. Wah keren… Hip-Hip-Huraiii… teriakku dalam hati… tanpa uang, asal ada kemauan, segalanya bisa berjalan…

Ku kembali ke kantor independent milikku dilantai 2 sebuah rumah. Handphone berdering. SMS. Sebuah pesan dari Kak Aria, dosenku dari K-Link.

Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impina. Maka sukses adalah hak kita! Go LC!!!

Aku tersenyum. Begitulah orang-orang K-link. Senang betul berbagi kata mutia.

Ku kembali berkreasi. Mengetikan rangkaian ide di atas tuts keyboard. Otakku tiba-tiba teringat akan inisial. Bertahan, Setia pada Proses, Focus pada Impian. Ingin rasanya aku berkata: Inisial, terimakasih. Kini aku faham makna focus, tidak serabutan dan menyelesaikan apa yang sudah aku mulai. Terimakasih untuk dosennya, Ya Rabb...

(Semua link yang ada di posting ini memiliki tautan dengan pengurus blog –intan permata- baik Propsal Kehidupan, Rumah Zakat Indonesia, Rumah Aqiqah, K-link, Flexter, Ponsel Quran, Batik Solo, maupun bisnis salah satu dosenku –Andi-. Jika ada yang merasa tertarik atau ingin menanyakan lebih lanjut mengenai content link yang bersangkutan, hubungi aku di 0251-9326592 email: boulengs_id@yahoo.com)

2 Comments:

  1. Anonim said...
    wah hebat eui
    Lia said...
    coba dulu..hebat pasti

Post a Comment



Template by:
Free Blog Templates